Setan berkata kepada Allah, "Saya memiliki beberapa pertanyaan, namun saya takut mengatakannya." Kemudian, terdengarlah jawaban, "Jangan takut, bertanyalah!"
Setan berkata, "Saya mengakui dan mengikrarkan bahwa Tuhanku Mahakuasa, Mahatahu, dan Mahabijak. Dia mengetahui segala perbuatan(ku) sebelum menciptakanku. Mengapa Engkau menciptakanku? Kedua, mengapa Engkau memerintahkanku untuk mematuhi perintah-Mu dan menyembah-Mu? Padahal ketaatanku tidak bermanfaat bagi-Mu dan tidak pula menambah kemuliaan-Mu. Dan pelanggaranku tidak mengurangi kekuasaan-Mu dan tidak pula merugikan sifat ketuhanan-Mu. Ketiga, aku telah mematuhi-Mu dan mengenal-Mu, mengapa Engkau perintahkan aku bersujud kepada Adam? Keempat, mengapa Engkau mengutukku lantaran aku enggan bersujud? Padahal bertahun-tahun aku telah menyembah-Mu. Engkau murka padaku, sementara aku tidak pernah bersujud kepada selain-Mu. Kelima, mengapa Engkau memberiku jalan ke surga (taman tempat tinggal Nabi Adam), sehingga aku bisa menipu Adam dan menyesatkannya? Keenam, Engkau tahu permusuhanku dengan Adam, mengapa Kau biarkan aku menguasai anak keturunannya? Ketujuh, mengapa Kau berikan penangguhan padaku hingga hari kiamat? Jika Engkau membinasakanku, maka semua manusia akan tenang."
Menanggapi tujuh pertanyaan ini, terdengarlah satu jawaban, "Hai setan, apakah kamu meyakini bahwa Aku Tuhan yang Mahabijak?"
Setan menjawab, "Ya."
Allah Swt berfirman, "Jadi, semua pertanyaanmu itu tidak pada tempatnya."
[Kisah-Kisah Allah]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar