Jumat, 27 Desember 2013

Pesan LPM untuk generasi selanjutnya


pada postingan kali ini kita akan membaca Suka duka, pesan - pesan, kritik, komentar, pengurus LPM (Lembaga Pengembangan Media ) periode 2012 - 2013.

Edvan Berliansa ( Ketua LPM ) - D4 Telekomunikasi 2011
Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun, hal yang tak terkira karena saya harus menjalankan amanah ini dengan sepenuh tanggung jawab dan sepenuh hati. 

pertama - tama saya ucapkan terima kasih kepada M. Iqbal Fadhillah K. yang telah memberikan kepercayaannya kepada saya untuk menjalankan amanah sebagai Ketua LPM di DKM LH.  terima kasih juga karena beliau sangat rajin mengingatkan, merangkul, dan membantu saya menjalani program kerja yang ada di LPM ini. kepada M. Nur Hidayat, Ardiansyah, Regy, Novka yang semangat untuk berkontribusi di LPM, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Terima kasih juga kepada Sahabat seperjuangan saya, Ratna Rianti dari D3 Manajemen Pemasaran, sebagai Korwat LPM periode 2012 - 2013. Teh Ratna ini paling banyak berjasa, tak segan untuk saling mengingatkan dan saling membantu mengerjakan Program kerja. Suatu kebahagiaan bagi saya bisa saling berbagi 'beratnya pundak' dengan Teh Ratna.

Di LPM ini tiap proker tidak berat kok kerjanya. bisa pembaca lihat:
1. Buletin Jum'at - 1 minggu sekali
2. Matrix ( mading tausiyah Nyentrix ) - 1 bulan sekali
3. SMS tausiyah & SMS Jarkom - 1 minggu sekali & Insidental
4. Media Sosial ( Blog, Pesbuk, dan Twitter untuk saat ini ) - 1 Minggu sekali
5. Pamflet - Insidental

Tantangan di LPM adalah Konsistensi. yang perlu ditekankan adalah bagaimana caranya agar setiap proker berjalan sesuai waktu yang telah ditentukan. karena pada prakteknya, ketika kita memberi pertanggungjawaban PJ kepada orang, kadang kala tiba2 di tengah kepengurusan program kerja tersebut 'tersendat' dengan segelintir alasan seperti sibuk kuliah dan sibuk di organisasi lain. 

Solusi yang saya tawarkan adalah dimohon untuk Kadep LPM ketika Memberi Proker kepada anggotanya, tanya dulu keaktifannya di organisasi lain. kalau anggota tersebut fokus di DKM, sebaiknya langsung beri program kerja. namun, jika anggotanya sibuk di organisasi lain juga, berikan program kerja yang ringan saja, seperti SMS tausiyah.

Namun, pada faktanya, kader anggota LPM ini sedikit yang aktif . lalu bagaimana solusinya agar proker tetap berjalan? solusi dari saya adalah ketika kita memberi program kerja kepada anggota, tanya terlebih dahulu apakah sanggup menjalankan atau tidak. kalau tidak sanggup jangan dipaksakan, lebih baik dikerjakan oleh Ketua LPM. namun jika sanggup, lakukan FOLLOW UP rutin secara berkala, tanyakan Hambatannya dimana, Butuh keuangan berapa, dan sebagai Ketua LPM berikan penawaran bisa bantu dimana. menanyakan artinya sekaligus mengingatkan juga.
Sekian dulu dari saya, semoga bermanfaat. 

Edvan Berliansa ( 111344009 )
D4 - Teknik Telekomunikasi 2011 
"kemarin bahagia, sekarang bahagia, besok bahagia"









  
Ratna Rianti  ( Korwat LPM ) - D3 Manajemen Pemasaran 2011
Alhamdulillah segala rasa syukur saya ucapkan atas nikmat-Nya,
Terimakasih saya ucapkan kepada Koordinator harian DKM LH dan teman-teman pengurus angkatan 2011 atas kepercayaannya memberikan amanah korwat kepada saya. dan ucapan terimakasih juga untuk Kadep LPM dan anggota LPM ikhwan-akhwat, tidak terasa 1 periode sudah kita lewati di Lembaga Pengembangan Media, dengan banyak rencana dan kendala tapi berkat kerjasama, dukungan, semangat, dan saran yang telah diberikan kita bisa melewati semuanya. jika ditanya 1 kesan di LPM ini ya jawabannya 1! Joyfully, ya senang bisa menjadi bagian dari LPM. karena di LPM dan kegiatan yang ada saya (kami) banyak belajar, belajar untuk berkreatif, mencari solusi untuk setiap kendala (seperti yang telah dipaparkan sebelumnya), belajar merangkul antar anggota dan bekerja bersama-sama. untuk LPM selanjutnya tetap jaga kekompakan Kadep, Korwat dan anggota dilembaga, lakukan dengan ikhlas dan semangat untuk LPM dan DKM yang lebih baik.

My best partner [Tiara, Hani, Annisa] and [Intan, Isti, Emira, Wulan dan Nadia]






Jumat, 20 Desember 2013

Adab Masuk Kamar Mandi dan WC

1. Berdo’a Sebelum Masuk WC

WC dan yang semisalnya merupakan salah satu tempat yang dihuni oleh setan. Maka sepantasnya seorang hamba meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala dari kejelekan makhluk tersebut. Oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan do’a ketika akan masuk WC:

(بِسْمِ اللهِ) اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَ الْخَبَائِثِ

“(Dengan menyebut nama Allah) Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan setan laki-laki dan setan perempuan.” (HR. Al-Bukhari no. 142 dan Muslim no. 375. Adapun tambahan basmalah diawal hadits diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani)

2. Mendahulukan Kaki Kiri Ketika Masuk WC Dan Mendahulukan Kaki Kanan Ketika Keluar

Dalam masalah ini tidak terdapat hadits shahih yang secara khusus menyebutkan disukainya mendahulukan kaki kiri ketika hendak masuk WC. Hanya saja terdapat hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menyukai mendahulukan yang kanan pada setiap perkara yang baik.” (HR. Muslim). Oleh karena itu, beberapa ulama seperti Al-Imam An-Nawawi dalam kitab beliau, Syarhu Shahih Muslim, dan juga Al-Imam Ibnu Daqiqil ‘Id menyebutkan disukainya seseorang yang masuk WC dengan mendahulukan kaki kiri dan ketika keluar dengan mendahulukan kaki

3. Tidak Membawa Sesuatu Yang Terdapat Padanya Nama Allah

Sesuatu apapun yang terdapat padanya nama Allah subhanahu wata’ala, atau terdapat padanya ayat Al-Qur’an, atau terdapat padanya nama yang disandarkan kepada salah satu dari nama Allah subhanahu wata’ala seperti Abdullah, Abdurrahman dan yang lainnya, maka tidak sepantasnya dimasukkan ke tempat buang hajat (WC). Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

4. Berhati-hati Dari Percikan Najis

Tidak berhati-hati dari percikan kencing merupakan salah satu penyebab diadzabnya seseorang di alam kubur. Tetapi perkara ini sering disepelekan oleh kebanyakan orang. Suatu ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melewati dua kuburan, seraya beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sungguh dua penghuni kubur ini sedang diadzab. Tidaklah keduanya diadzab melainkan karena menganggap sepele perkara besar. Adapun salah satunya, ia diadzab karena tidak menjaga dirinya dari kencing. Sedangkan yang lainnya, ia diadzab karena suka mengadu domba….” (HR. Al-Bukhari no. 216 dan Muslim no. 292)

5. Tidak Menampakkan Aurat

Menutup aurat merupakan perkara yang wajib dalam Islam. Oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang dalam keadaan apapun, termasuk ketika buang hajat, untuk menampakkan auratnya di hadapan orang lain. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila dua orang buang hajat, maka hendaklah keduanya saling menutup auratnya dari yang lain dan janganlah keduanya saling berbincang-bincang. Sesungguhnya Allah sangat murka dengan perbuatan tersebut.” (HR. Ahmad dishahihkan Ibnus Sakan, Ibnul Qathan, dan Al-Albani, dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu)

6. Tidak Beristinja’ dengan Tangan Kanan

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarang beristinja’ dengan tangan kanan sebagaimana sabda beliau shalallahu ‘alaihi wasallam: “Janganlah seseorang diantara kalian memegang kemaluan dengan tangan kanannya ketika sedang kencing dan jangan pula cebok dengan tangan kanan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Qotadah radhiallahu ‘anhu)

7. Boleh Bersuci dengan Batu (Istijmar)

Diantara bentuk kemudahan dari Allah subhanahu wata’ala ialah dibolehkan bagi seseorang untuk bersuci dengan batu (istijmar). Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: “Suatu hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam buang hajat, lalu beliau meminta kepadaku tiga batu untuk bersuci.” (HR. Al-Bukhari No. 156)

8. Larangan Beristinja’ dengan Tulang dan Kotoran Binatang

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melarang beristinja’ dengan tulang atau kotoran binatang, disamping keduanya merupakan benda yang tidak dapat menyucikan. Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah melarang beristinja’ dengan tulang dan kotoran binatang.” (HR. Muslim)

9. Tidak Menghadap Atau Membelakangi Kiblat Ketika Buang Hajat

Para ulama berbeda pendapat dalam permasalahan ini. Sebagian ulama berpendapat dilarangnya buang hajat dengan menghadap atau membelakangi kiblat secara mutlak, baik di tempat terbuka maupun di tempat tertutup. Inilah pendapat Ibnu Taimiyyah, Asy-Syaukani, Asy-Syaikh Al-Albani dan yang lainnya. Berdalil dengan hadits dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila seseorang dari kalian buang hajat, maka janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya. Akan tetapi hendaknya ia menyamping dari arah kiblat.” (HR. Al-Bukhari No. 394 dan Muslim No. 264)

10. Berdo’a Setelah Keluar WC

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan do’a yang dibaca ketika keluar dari tempat buang hajat. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam jika keluar dari tempat buang hajat membaca do’a:

غُفْرَانَكَ

“(Aku memohon pengampunanmu).” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan dishahihkan Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil No. 52)
kanan.

Sabtu, 14 Desember 2013

Satu Jawaban Allah untuk Setan


Setan berkata kepada Allah, "Saya memiliki beberapa pertanyaan, namun saya takut mengatakannya." Kemudian, terdengarlah jawaban, "Jangan takut, bertanyalah!"

Setan berkata, "Saya mengakui dan mengikrarkan bahwa Tuhanku Mahakuasa, Mahatahu, dan Mahabijak. Dia mengetahui segala perbuatan(ku) sebelum menciptakanku. Mengapa Engkau menciptakanku? Kedua, mengapa Engkau memerintahkanku untuk mematuhi perintah-Mu dan menyembah-Mu? Padahal ketaatanku tidak bermanfaat bagi-Mu dan tidak pula menambah kemuliaan-Mu. Dan pelanggaranku tidak mengurangi kekuasaan-Mu dan tidak pula merugikan sifat ketuhanan-Mu. Ketiga, aku telah mematuhi-Mu dan mengenal-Mu, mengapa Engkau perintahkan aku bersujud kepada Adam? Keempat, mengapa Engkau mengutukku lantaran aku enggan bersujud? Padahal bertahun-tahun aku telah menyembah-Mu. Engkau murka padaku, sementara aku tidak pernah bersujud kepada selain-Mu. Kelima, mengapa Engkau memberiku jalan ke surga (taman tempat tinggal Nabi Adam), sehingga aku bisa menipu Adam dan menyesatkannya? Keenam, Engkau tahu permusuhanku dengan Adam, mengapa Kau biarkan aku menguasai anak keturunannya? Ketujuh, mengapa Kau berikan penangguhan padaku hingga hari kiamat? Jika Engkau membinasakanku, maka semua manusia akan tenang."

Menanggapi tujuh pertanyaan ini, terdengarlah satu jawaban, "Hai setan, apakah kamu meyakini bahwa Aku Tuhan yang Mahabijak?"

Setan menjawab, "Ya."

Allah Swt berfirman, "Jadi, semua pertanyaanmu itu tidak pada tempatnya."

[Kisah-Kisah Allah]


Senin, 09 Desember 2013

Islam Gizi dan Kesehatan; Tatakrama Makan dan Minum

Dalam Al-Quran surat al-Ahzab ayat 21, Allah swt berfirman, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
Kehidupan Rasulullah Saw merupakan model terbaik bagi kehidupan umat manusia. Allah swt menganugerahkan akhlak terbaik kepada Nabi Muhammad Saw. Dengan demikian, adab Islam merupakan manifestasi terbaik dari penghormatan terhadap perilaku mulia Rasulullah.

Nabi Muhammad Saw dalam perilaku pribadi dan sosialnya senantiasa memperhatikan adab dan akhlak, yang memiliki tujuan khusus dan hikmahnya masing-masing

Mengakhiri makan, sebagaimana mengawalinya juga memiliki tatakrama sendiri. Jika dijalankan dengan benar, semua ajaran islam tentang tatakrama makan akan memberikan manfaat bagi manusia. Terkait hal ini, Rasulullah kepada Amirul Mukminin Ali kw berkata, "Wahai Ali, ketika makan ucapkan Bismillahi Rahmani Rahim, (Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Kemudian, setelah selesai ucapkanlah Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah). Dan malaikatpun menuliskan pahala buatmu dari awal hingga akhir." Maksudnya, jika kita memulai makan dengan berdoa kepada Allah dan mengakhirinya juga dengan doa, maka selain makanpun, kita akan mendapat pahala yang Allah anugerahkan."

Di bagian lain, Allah swt berfirman mengenai keutamaan bersyukur dalam surat al-Baqarah ayat 172, "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah."

Bersyukur terhadap seluruh karunia yang Allah anugerahkan merupakan sifat terpuji. Selain bersyukur kepada Allah Swt, Ahlul Bait di akhir makannya berdoa semoga Allah menghilangkan akar kemiskinan dari masyarakat.

Mendoakan supaya orang-orang yang lapar terlepas dari kelaparan, dan orang miskin serta kekurangan bisa terlepas dari kemiskinannya merupakan upaya minimal yang harus dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan dan kelaparan yang mendapat keridhaan dari Allah Swt.

Ketika bertamu, kita juga diwajibkan untuk mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah yang memberi kita makan. Dalam sejarah disebutkan, saat bertamu Rasulullah Saw selalu berdoa di akhir makannya khusus untuk tuan rumah. Selain itu Rasulullah juga menyerukan supaya orang lain juga mendoakan tuan rumah.

Dalam ajaran Islam, setelah selesai makan dianjurkan untuk membereskan sisa-sisa makanan yang berserakan. Jika sisa roti tidak dibereskan dan dibiarkan berserakan begitu saja, maka berkah rezeki tidak akan bertambah.

Ajaran Islam diturunkan oleh Allah Swt dengan hikmah dan kemaslahatan manusia sehingga kehidupan umat manusia menuju jalan kebenaran dan kesempurnaan. Hikmah tersebut terkadang tersembunyi, namun sering pula terang-benderang. Dengan sedikit merenungkan karunia Allah yang melimpah di muka bumi ini, kita akan menemukan pelajaran tersebut. Misalnya, perintah agama untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Namun sejumlah lainnya seperti menyebut nama Allah di awal dan akhir makan memerlukan sedikit perenungan.

Ajaran Islam sangat lengkap dan menyeluruh. Bahkan agama ini memperhatikan hal-hal kecil seperti membersihkan sisa makanan yang tersisa di taplak. Anjuran agama ini sangat baik dari sisi kesehatan dan kebersihan.

Mencicipi garam sebelum makan dan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan serta menggosok gigi sangat diajurkan dalam Islam, dan merupakan akhlak mulia Rasulullah Saw. Tentang keutamaan menggosok gigi, Rasulullah bersabda, "Bersiwaklah, karena akan membersihkan mulutmu dan baik bagi gusimu." Dewasa ini para ahli medis mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama bau mulut adalah tidak mengososk gigi dan membersikannya."

Pada peneliti dalam berbagai riset mereka berkesimpulan bahwa faktor utama pemicu bau mulut adalah  keringnya mulut dan menurunnya air liur terutama ketika tidur. Mencicipi garam sebelum makan selain berkhasiat sebagai anti-bakteri juga meningkatkan air liur dan mencegah keringnya mulut terutama ketika tidur. Dengan demikian, anjuran ini juga bermanfaat untuk mengurangi bau mulut.

Setelah mengkonsumsi makanan, jangan langsung mandi. Terkait hal ini, Ahlulbayt Rasulullah saww berkata, "Jangan mandi dengan perut penuh makanan, Karena akan menyebabkan kram atau salah urat."

Para ahli medis berkeyakinan bahwa mandi setelah makan akan menyebabkan aliran darah di tangan dan kaki akan mengalir ke permukaan badan. Hal ini menyebabkan sejumlah darah di lambung akan berkurang, dan sistem pencernaan akan melemah. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa mandi dengan lambung penuh makanan akan menyebabkan stres, dan gangguan saluran darah ke hati dan pembuluh darah.

Islam juga menganjurkan untuk tidak meninggalkan makan malam. Terkait hal ini, Rasulullah bersabda, "Jangan lupakan makan malam, meski dengan sebutir kurma kering. Saya mengkhawatirkan umatku cepat tua karena meninggalkannya. Makan malam merupakan sumber energi yang baik bagi anak muda maupun orang tua."

Berdasarkan riwayat, waktu terbaik makan adalah pagi dan petang. Dalam surat Maryam ayat 62, Allah berfirman, "Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam syurga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezkinya di syurga itu tiap-tiap pagi dan petang."

Terkait waktu makan, Dr. Hassan Ravazadeh, pakar kedokteran tradisional Iran berkata, "Sarapan merupakan waktu terbaik. Ketika itu makanan harus dikonsumsi sepagi mungkin. Jika terlambat atau mundur menyebabkan darah tercampur dan kotor. Ketika rasa lapar menguasai badan di waktu siang, maka kita harus makan secukupnya saja untuk meredakan rasa lapar." Beliau mengingatkan, "Jika kita terpaksa makan siang, setidaknya 15 menit setelah makan harus istirahat."

Dalam riwayat juga dijelaskan mengenai larangan untuk tidur dalam keadaan lapar. Sebaliknya Islam juga melarang tidur dalam keadaan kekenyangan. Dr. Ravazadeh berkata, "Seorang yang menghendaki hidup sehat harus menjaga jarak antara makan malam dan tidur minimal tiga jam. Dan jangan tidur dalam keadaan kekenyangan maupun kelaparan." (IRIB Indonesia)

Sabtu, 07 Desember 2013

Cerita Nabi Luth as dan Kaumnya

Cerita Nabi Luth

Cerita Nabi Luth

Pada cerita islam kali ini berisi tentang cerita nabi luth as yang berusaha berdakwah, menasehati kaumnya yaitu kaum yang sesat, namun karena mereka tidak mau menerima nasihat dan ajakan baik dari nabi luth as, akhirnya mereka mendapatkan azab yang sangat pendih dari Allah Yang Maha Kuasa.  Untuk lebih jelasnya bagaimana kisahnya silahkan simak cerita nabi luth as lengkap di bawah ini :

Asal usul Nabi Luth

Nabi Luth as merupakan anak saudara laki-laki dari Nabi ibrahim as. Ayah Nabi Luth as bernama hasa bin tareh merupakan saudara sekandung dari Nabi Ibrahim. Beliau pindah bersama Nabi ibrahim as dari negeri babil ke negeri syam. Tetapi tidak lama kemudian penghidupan memaksa kedua Nabi ini berpisah. Nabi Luth as menetap di sebuah dusun yang bernama sadum, masih dalam wilayah palestina.

Allah mengutus Nabi Luth berdakwah di Kota Sadum

Nabi Luth as  diutus oleh Allah yang maha bijaksana pegi ke negeri sadum yang penduduknya sangat durhaka kepada Allah. Sadum adalah bangsa yang tidak tahu malu, mereka selalu melakukan kejahatan, merampok, membunuh sesama, menganiaya, sehingga tidak ada yang bearni ke negeri tersebut

Masyarakat Sadum adalah masyarakat yang rendah tingkat moralnya, rusak mentalnya, tidak mempunyai pegangan agama atau nilai kemanusiaan yang beradab. Kemaksiaatan dan kemungkaran merajalela dalam peragulan hidup mereka. pencurian dan perampasan harta milik merupakan kejadian hari-hari di mana yang kuat menjadi kuasa sedang yang lemah menjadi korban penidasan dan perlakuan sewenang-wenang. Maksiat yang paling menonjol adalah perbuatan hom*o*sek di kalangan lelakinya dan les*bian di kalangan wanitanya. Kedua-dua jenis kemungkaran ini begitu merajalela di dalam masyarakat sehingga merupakan suatu kebudayaan kaum sadum.

Seorang pendatang yang masuk ke Sadum tidak akan selamat dari gangguan mereka. Jika ia membawa barang yang berharga maka dirampaslah barang-barangnya, jia ia melawan atau menolak menyerahkannya maka nyawanya tidak akan selamat. Akan tetapi jika pendatang itu seorang laki-laki yang bermuka tampan dan berparas elok maka ia kan menjadi rebutan antara mereka dan akan menjadi korban perbuatan keji lelakinya dan sebaliknya jika si pendatang itu seorang perempuan muda maka akan menjadi mangsa dari pihak wanitanya pula.

Kepada masyarakat yang sudah sedemikian rupa keruntuhan moralnya dan sedemikian parah penyakit sosialnya, diutuslah Nabi Luth as sebagai utusan dan Rasul-Nya untuk mengangkat mereka dari lembah kenistaan, kejahilan dan kesesatan serta membawa mereka ke alam yang bersih, bermoral dan berakhlak mulia. Nabi Luth as mengajak mereka beriman dan beribadah kepada Allah meninggalkan kebiasaan mungkar menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan kejahatan yang diilhamkan oleh iblis dan syaitan. ia memberi penerang kepada mereka bahwa Allah telah mencipta mereka dan alam sekitar mereka tidak meridhoi amal perebuatan mereka yang mendekati sifat dan tabiat kebinatangan dan tidak sesuai dengan nilai kenusiaan dan bahwa Allah akan memberi ganjaran setimpal dengan amal kebajikan mereka. Yang berbuata baik dan beramal sholeh akan diganjar dengan surga di akhirat sedang yang melakukan perbuatan mungkar akan di balaskannya dengan memasukkannya ke dalam neraka jahanam.

Nabi Luth as berseru kepada mereka agar meninggalkan adat kebiasaan yaitu melakukan perbuatan ho*mo*sek dan les*bian karena perbuatan itu bertentangan dengan fitrah dan hati nurani manusia serta menyalahi hikmah yang terkandung di dalam menciptakan manusia menjadi dua jenis yaitu pria dan wanita. Juga kepada mereka diberi nasihat dan dianjurkan supaya menghormati hak dan milik masing-masing dengan meninggalkan perbuatan perampasan, perampokan serta pencurian yang selalu mereka lakukan diantara sesama mereka dan terutama kepada pengunjung yang datang ke Sandum. Diterangkan bahwa perbuatan-perbuatan itu akan merugikan mereka sendiri, karena akan menimbulkan kekacauan dan ketidak amanan di dalam negeri masing-masing dari mereka tidak merasa aman dan tenteram dalam hidupnya.

Demikianlah Nabi Luth as melaksanakan dakwahnya sesuai dengan tuas risalahnya. Ia tidak hent-henti menggunakan setiap kesempatan dan dalam pertemuan dengan kaumnya secara berkelompok atau secara perseorangan mengajak agar mereka beriman dan percaya kepada Allah serta menyembah-Nya, melakukan amal soleh dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar. Akan tetapi keruntuhan moral dan kerusakan akhlak sudah sangat berakar di dalam pergaulan hidup mereka dan pengaruh hawa nafsu dan penyesatan sayitan sudah begitu kuat menguasai tindak-tanduk mereka, maka dakwah dan ajkkan Nabi Luth as yang dilaksanakan dengan kesabaran dan ketekunan tidak mendapat tanah yang subur di dalam hati dan fikiran mereka. Telinga-telinga mereka telah tuli bagi ajaran-ajaran Nabi Luth as sedang hati dan fikiran mereka sudah tersumbat rapat dengan ajara-jaran syaitan dan iblis.

Allah mengutus malaikat menimpakan azab untuk kaum Nabi Luth as

Cerita Nabi Luth – Pada akhirnya kaum Nabi Luth merasa kesal hati mendengar dakwah dan nasehat-nasehat Nabi Luth as yang tidak putus-putus itu dan minta agar ia menghentikan aksi dakwahnya atau menghadapi pengusir dirinya dari sadum bersama semua keluarga. Sudah tidak ada harapan lagi bagi masyarakat sadum dapat terangkat dari lembah kesesatan dan keruntuhan moral mereka dan bahwa meneruskan dakwah kepada mereka yang sudah buta-tuli hati dan fikiran serta menyia-nyiakan waktu, obat satu-satunya menurutf pikiran Nabi Luth as untuk mencengah penyakit akhlak itu yang sudah parah menular kepada tentangga-tetangga dekatnya, ialah membasmi mereka dari atas bumi sebagai pembalasan terhadap kekerasan kepada mereka, juga untuk menjadi ibrah dan pengajaran umat-umat di sekelilingnya. Beliau memohon kepada Allah yang maha kuasa agar kaumnya yaitu masyarakat Sadum diberi ganjaran berupa azab di dunia sebelum azab bagi mereka di akhirat kelak.

Jika mereka diberi nasehat mereka menjawab : “Datangkanlah siksaan Allah itu, hai Luth, jika sekiranya engkau orang yang benar”

Setelah mendengar ejekan dari mereka, Nabi Luth as berdoa kepada Allah, sebagaimana tersebut dalam Al qur an :
Luth berdoa : “Ya Tuhanku tolonglah aku dengan menimpakan azab atas kaum yang berbuat kerusakan itu” (QS. 29 : 30)
Permohonan Nabi Luth dan doanya diperkenankan dan dikabulkan oleh Allah SWT. Allah mengutus beberapa Malaikat untuk menurunkan azab terhadap kaum Nabi Luth as yang durhaka dan meningkari Allah. Ketika datang kabar kepada Nabi Ibrahim as akan dibinasakannya negeri Nabi Luth as dengan kaumnya, karena penduduknya yang selalu durhaka dan maksiat, maka terperanjatlah Nabi Ibrahim as. Firman Allah dalam Al Qur’an :
Berrkatalah Ibrahim : “Sesungguhnya di kota itu ada Luth”
Para malaikat berkata : “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia, dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)” (QS. 29 : 32)

Tiga orang malaikat tersebut menyamar sebagai manusia biasa. Mereka adalah malaikat yang bertamu kepada Nabi Ibrahim as dengan membawa berita gembira atas kelahiran Nabi Ishaq as, dan memeberi tahu kepada mereka bahwa dia adalah utusan Allah dengan menurunkan azab kepada kaum Nabi Lutuh as penduduk kota Sadum. Dalam kesempatan pertemuan dimana Nabi Ibrahim as telah memohon agar penurunan azab atas kaum sadum ditunda, kalau kalau mereka sadar mendengarkan dan mengikuti ajakan Nabi Luth as serta bertaubat dari segala maksiat dan perbuatan mungkar. Juga dalam pertemuan itu Nabi Ibrahim as mohon agar anak saudaranya, Nabi Luth as diselamatkan dari azab yang akan diturunkan kepada kaum Sadum permintaan itu diterima oleh malaikat dan dijiamin bahwa Nabi Luth as dan keluarganya tidak akan terkenal azab, kecuali istrinya.

 Para malaikat itu sampai di Sadum dengan menyamar sebagai lelaki remaja yan berparas tampan dan bertubuh yang elok dan bagus. Dalam perjalan mereka hendak memasuki kota, mereka berselisih dengan orang gadis yang cantik dan ayu sedang mengambil air dari sebuah sungai. Para malaikat atau lelaki remaja itu bertanya kepada si gadis kalau-kalau mereka diterima ke rumah sebagai tamu. SI gadis tidak berani memberi keputusan sebelum ia berundin terlebih dahulu dengan keluarganya. Maka ditinggalkanlah para lelaki remaja itu oleh si gadis seraya ia pulang ke rumah cepat-cepat untuk memberi tahu ayahnya.

Si ayah yaitu Nabi Luth as sendiri mendengar laporan puterinya menjadi bingung jawaban apa yang harus ia berikan kepada para pendatang yang ingin bertamu ke rumahnya untuk beberapa waktu, namun menerima tamu-tamu remaja yang berparas tampan akan mengundang resiko gangguan kepadanya dan kepada tamu-tamunya dari kaumnya yang tergila-gila oleh remaja yang mempunyai tubuh bagus dan wajan yang tampan. Sedang kalau hal yang demikian itu terjadi ia sebagai tuan rumah harus bertanggung jawab terhadap keselamatan tamunya, padahal ia merasa bahwa ia tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang bengis-bengis dan haus maksiat itu.

Setelah difikirkan akhirnya diputuskan oleh Nabi Luth as kalau ia akan menerima mereka sebagai tamu di rumahnya apapun yang akan terjadi sebagai akibat keputusanya ia pasarahkan kepada Allah yang akan melindunginya. Lemudian pergilah Nabi Luth sendiri menemui tamu-tamu yang sedang menanti di pinggir kota lalu diajaklah mereka bersama-sama ke rumah ketika koda Sadum sudah dalam keadaan gelap, dan juga para warganya sedang di rumah masing-masing dalam keadaan tidur nyenyak.

Kepada istri dan kedua anaknya, Nabi Luth as berpesan dan berusaha agar mereka merahasiakan kedatangan para tamunya, agar tidak diketahui oleh kaumnya yang bengis dan haus maksiat. Namun karena istri Nabi lutuh yang berpihak dengan masyarakat Sadum yang sesat, sehingga istrinya membocorkan rahasia atas para tamu tampan yang tinggal di rumahnya.

Selanjutnya, apa yang dicemaskan oleh Nabi Luth benar benar terjadi. Ketika masyarakat Sadum mengetahui bahwa di rumahnya ada pemuda, maka datanglah mereka ke rumahnya untuk melihat tamunya yang tampan itu untuk memuaskan nafsunya.  Tentu saja Nabi Luth as tidak membukakan pintu untuk mereka, dan berseru meminta agar mereka pulang lagi ke rumah masing-masing dan meminta tidan mengganggu para tamu Nabi Luth, yang semestinya dihormati dan dimuliakan, bukan diganggu. Mareka dinasehati agar meninggalkan kebiasaan yang keji yan bertentangan dengan fitrai manusia serta kodrat alam, yaitu Tuhan telah menciptakan manusia untuk berpasangan antara pria dan wanita untuk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai makluk ciptaannya yang termulia di atas bumi. Nabi Luth as berseru meminta supaya mereka pulang pada istri-istri mereka dan meninggalkan perbuatan mungkar dan maksiat yang tidak sepantasnya itu, sebelum Allah memberikan mereka zab dan siksaan.

Namun Mereka yang telah sesat  tidak dihiraukan dan dipedulikan juga seruan dan nasihat dari Nabi Luth as. Bahkan mendesak akan mendobrak pintu rumah Nabi Luth  dengan paksa dan kekerasan jika pintu rumahnya tidak segera dibuka. Karena Nabi Luth merasa dirinya sudah tidak berdaya untuk menahan orang orang yang kaumnya yang sesat itu, maka Nabi Luth as pun berkata secara terus terang kepada para tamunya.

“Sesungughnya saya tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam. Au tidak memiliki senjata dan kekuatan fisik yang dapat menolak kekerasan mereka, tidak punya mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalau gangguan terhadap tamu-tamuku di rumahku sendiri”

Kaum Nabi Luth as ditimpa Azab dari Allah Yang Maha Perkasa

Cerita Nabi Luth – Setelah keluh kesahnya diucapkan oleh Nabi Luth as kepada para tamunya, para tamu tersebut segra memperkenalkan diri kepada Nabi Luth, bahwa mereka adalah para malaikat yang menyamar sebagai manusia yang bertamu kepada Nabi Luth, dan mereka mengatakan bahwa tujuannya datang ke Sadum untuk melaksanakan tugas dari Allah yaitu menurunkan azab dan siksa atas kaumnya yang membangkang.

Para malaikat itu kemudian menyarankan Nabi Luth as untuk membuka pintu rumahnya lebar untuk memberi kesmepatan bagi orang-orang yang sesak itu masuk. Namun ketika pintu itu dibuka dan orang orang sesat itu masuk, secara tiba tiba mereka tidak bisa melihat apa apa.  Diusap usapnya mereka mereka, ternyata mata mereka sudah menjadi buta.

Ketika orang orang sesaat itu dalam keadaan buta dan berbenturan dengan satu sama lain. Para tamu atau malaikat itu berseru dan meminta agar Nabi Luth as meninggalkan perkampungan itu bersama keluarga yang ia sayangin, karena azab dari Allah swt telah tiba waktunya untuk ditimpukkan. Nabi Luth as dan keluarganya diberi pesan oleh malaikat dalam perjalan keluar dari Sadum tidak menengok ke belakang.

Sehabis tengah malam Nabi Luth as beserta keluarganya yaitu seorang istri, dan dua orang putri berjalan cepat keluar kota, tidak menoleh ke kanan atau ke kiri mengikuti pesan para malaikat. Namun karena istrinya masih masih berpihak pada masyarakat sadum yang sesat tidak tega meninggalkannya. Ia berada di belakang rombongan Nabi Luth as berjalan secara perlahan lahan tidak secepat langkah suaminya itu, dan tak henti hentinya menoleh ke belakang  untuk mengetahui apa yang akan ditimpa oleh masyarakat sadum itu, serta seolah-olah ragu akan kebenaran ancaman para malaikat yang telah ia dengar dengan telinganya sendiri.

Kemudian, ketika sewaktu fajar menyingsing Nabi Luth as dan dua putrinya telah melewati batas kota sadum, begergetarlah dengan dahsyat bumi di bawah kaki masyarakat sadum, begitu juga dengan istri Nabi Luth as yang munafik itu. Gentaran itu lebih hebat dan kuat dari pada gempa bumi dan juga diiringi dengan angin kencang serta hujan batu yang menghancurkan kota sadum dan para warganya yang sesat itu.

Itulah azab yang sepantasnya ditimpakan kepada orang-orang yang sesat, yang sudah diperingatkan oleh Nabi utusan Allah yang maha mengetahui, namun mereka tetap tidak mau mendengarkan. Semoga kita dan masyarakat kita terlindung dari kemaksiatan, sehingga tidak ditimpa azab yang begitu pedih seperti pada cerita Nabi Luth as di atas. Aamiin.