Senin, 20 Mei 2013

Dua Jenis Nikmat


Dua Jenis Nikmat

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullahu membagi nikmat ke dalam dua bagian.

Pertama, An-ni’mah Al-Muthlaqah
Yaitu kenikmatan yang bisa mengantarkan kita pada kebahagiaan abadi. Misalnya, nikmat iman dalam berislam dan memahami As- sunah. Allah memerintahkan kita untuk memohon dapat meraup nikmat ini. “Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (An-Nisa`: 69).

Kedua, An-Ni’mah Al-Muqayyadah.
Yaitu kenikmatan yang digambarkan seperti nikmat memperoleh kesehatan, kekayaan, kekuatan jasad, kedudukan, banyak anak dan memiliki para istri yang baik, serta nikmat-nikmat yang sejenis.  
Kenikmatan semacam ini diberikan kepada orang yang berbuat kebaikan, juga kepada orang yang berbuat kemaksiatan, mukmin maupun kafir.  Kenikmatan seperti di atas, bila diberikan kepada orang kafir, merupakan bentuk istidraj dengan kenikmatan itu, mengarahkan dirinya kepada azab, petaka. Hakikatnya dia tidak memperoleh nikmat, tapi sesungguhnya dirinya memperoleh bala (sesuatu yang bisa menyusahkan).

Hendaknya Kita Bersyukur
Maka saat mendapat nikmat dari Allah swt hendaknya kita bersyukur sebagai bentuk ketaatan kita. Dalam menerima ujian kita sikapinya dengan dua keadaan, apabila Allah mencukupkan, maka hendaknya kita bersyukur, dan apabila Allah menyempitkan maka hendaknya kita bersabar.
Karena jika seseorang telah dikaruniai nikmat oleh Allah hendaknya ia memanfaatkan nikmat tersebut dijalan yang diridhai Allah agar tidak menghadirkan malapetaka, jangan sampai karunia nikmat tersebut malah menyeret penerimanya kepada sesuatu yang dimurkai Allah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar