Rabu, 09 Oktober 2013

ALLAH JUGA BERSHALAWAT KEPADA NABI



Firman Allah SWT: “Sesungguhnya Allah dan para MalaikatNya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang – orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan untuknya” ( Qs. Al-Ahzab : 56 ). Ayat ini adalah dalil paling kuat yang menjeleskan tentang keutamaan dan keagungan shalawat, dan argumentasi paling mantap bagi kita bahwa “bershalawat” merupakan suatu perintah langsung dari Allah Azza Wa Jalla. Shalawat secara bahasa berasal dari satu akar kata yang sama dengan “shalat”, yang artinya “doa”. Jika kita mau merenungi ayat diatas dengan seksama, sungguh shalawat itu memiliki keutamaan ( fadilah ) yang sangat besar sekali. Ketika Allah memerintahkan kita berpuasa, Allah sendiri tidak melakukan puasa, ketika kita diperintahkan oleh Allah untuk melaksanakan kewajiban shalat,zakat,haji,umrah dan bentuk ibadah – ibadah yang lainnya; Allah sendiri tidak melakukan semua ibadah tersebut, sebab kita semua diperintah melaksanakan rukun – rukun islam ini diniatkan hanya untuk Dia semata. Tetapi ketika Allah menyuruh orang – orang beriman untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAWW, Allah sendiri beserta para MalaikatNya melakukan shalawat tersebut. Sungguh perintah ini merupakan suatu hal yang sangat menakjubkan.
Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAWW bersabda: Allah beshalawat kepadaku dengan memberikan rahmatnya ( “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan ( untuk ) menjadi rahmat bagi senesta alam” ( Qs. Al-Anbia:107 ), para malaikat bersalawat kepadaku dengan berkahnya, sedang kaum mukmin bershalawat kepadaku dalam bentuk doa”. Dalam kitab ashshawaa’iqul Muhriqah-nya Ibnu Hajar ( bab II, pasal pertama ) dan Yanaabi-ul Mawaddah-nya Sulaiman Al Qunduzi Al Hanafi ( Juz II, bab 59 ) diriwayatkan bahwa ketika ayat tentang shalawat ( Al-Ahzab:56 ) ini turun, para sahabat Nabi bertanya : Ya Rasulullah, kami telah mengetahui bagaimana cara kami menyampaikan salam kepadamu yaitu dengan mengucapkan Assalamu ‘alaika yaa Rasulullah”, namun kami tidak mengerti bagaimana cara kami bersalawat kepada engkau ?. lalu Nabi SAWW menjawab : “bacalah ( sekurang – kurangnya ) : ALLAHUMMA SHALI ‘ALAA MUHAMMAD WA AALI MUHAMAD / Ya Allah limpahkan shalawat kepada Muhammad dan keluara Muhammad”. Beliau meneruskan : “Dan janganlah sekali – kali kalian menyampaikankan kepadaku shalawat yang bathraa ( buntung/cacat ) ,yaitu kalian membacakan “Allahumma shalli ‘al aa Muhammad” lalu diam ( tidak menyertakan shalawat untuk keluarganya )”.
Hadist – hadist sahih dan riwayat – riwayat terpercaya yang menerangkan tentang manfaat, fadho-il ( keutamaan ) dan rahasia shalawat, sungguh banyak sekali jumlahnya. Mari kita renungi beberapa riwayat berikut ini. Nabi SAWW bersabda : 1). Kelak hari qiyamat, aku akan berada disisi Mizan ( timbangan ). Barangsiapa timbangan amal – amal buruknya lebih berat daripada  kebaikannya, lalu aku akan mendatangkan shalawat ( yang dulu sering ia sampaikan padaku ) sehingga timbangan amal – amal baiknya baiknay menjadi lebih berat dari pada keburukkannya”, 2). Sesungguhnya orang yang paling bakhil adalah ketika namaku disebut, dia tidak mau bershalawat kepadaku”, 3). Siapa yang menuliskan shalawat kepadaku dalam sebuah buku ( kertas ), maka para Malaikat akan senantiasa memohonkan ampun untuknya selama tulisan shalawat tersebut masih ada”, 4). Setiap doa yang kalian panjatkan akan terhijab, sampai kalian bershalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad”. Allamah Quthbuddin Rawandi dalam kitab Dawat meriwayatkan bahwa Nabi SAWW bersabda : “jika seseorang yang berada dalam kecintaan dan kasih sayang terhadapku mengirim shalawat kepadaku 3 kali setiap  siang dan malam maka menjadi hak Atas Allah untuk  mengampuni dosa – dosa yang dilakukannya pada waktu siang dan malam hari itu”. Dan banyak lagi riwayat – riwayat menarik tentang shalawat yang tidak mungin dituangkan dalam kolom yang sangat terbatas ini. Begitu juga bahwa kebanyakan dari riwayat tersebut betul – betul memerlukan keimanan, ketaatan, ubudiah ( penghambaan diri secara total ) dan keyakinan penuh terhadap Allah SWT dan Muhammad bin Abdilah SAWW, sang pembawa risalah.

Al-Imam Syafi’i ( Radhiyallaahu ‘anhu ) dalam bait – bait syairnya yang terkenal menulis : “wahai Ahlul Bayt ( keluarga ) Rasulullah, mencintai kalian adalah fardhu yang telah diwajibkan oleh Allah dalam Al-Quran. Cukup satu hal untuk menunjukkan betapa agungnya kedudukan kalian di sisi Allah, siapa yang tidak bershalawat kepada kalian maka shalatnya batal“. Setiap muslim, mau tidak mau ( suka ataupun tidak ) sekurang – kurangnya ia harus membacakan Shalawat kepada Nabi dan keluarganya dalam shalat fhardu lima waktu; sebab shalawat merupakan salah satu rukun shalat yang tidak bisa ditinggalkan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar