Saat berjauhan rindu, tapi bertatap muka malu, saat
tak jumpa terbayang-bayang, namun saat bertemu canggung meradang. Dari
pesimistis berubah jadi romantis, dari oportunis bisa berganti puitis.
Anda paham diri anda adalah seorang pemberani, namun
mendadak gagap dihadapannya. Anda tahu diri anda tidak senang berkorban demi
orang lain, tapi dihadapannya seolah ada seribu nyawa baginya.
Don’t panic, it’s not some kind of sickness, therefore
no need to call a doctor, jangan pula panik, karena ia bukan sebuah dosa. Setidaknya ia belum tentu
menjadi sebuh dosa.
Allah yang menjadikan dan menumbuhkan rasa cinta pada
diri manusia. jadi tidak ada yang salah jika kita manusia memiliki cinta.
karena cinta itu anugerah dan sebagai bentuk dari rasa cinta-Nya kepada kita
agar kita berpikir tentang-Nya. dan ya ! cinta adalah fitrah, bagian dari
naluri yang butuh pemenuhan maka wajar saat seseorang sudah baligh ia mulai merasakan naluri ini
yaitu muncul rasa cinta antara laki-laki dan wanita. dan ini bukan sebagai
tanda yang salah namun sebagai indikasi bahwasanya ia sudah siap melanjutkan
keturunan manusia.akan tetapi jangan sempitkan rasa cinta dengan makna syahwat,
dan merendahkan kasih sayang hanya dengan baku maksiat. islam tidak pernah
mengharamkan cinta, islam mengarahkan cinta agar pada koridor yang semestinya.
intinya Allah menganugerahkan rasa cinta sebagai fitrah bukan berarti kita
bebas mengekspresikannya sesuai kehendak kita, seperti yang kita inginkan. ada
masanya, ada caranya, dan ada aturannya. ingat !! islam tidak mengenal
hubungan-hubungan pra nikah semisal pacaran dan pertunangan. but keep calm
guys islam selalu punya solusi untuk setiap permasalah umatnya. ada 2
aturan islam yang sederhana untuk kamu yang sedang jatuh cinta
- bagi yang sudah siap ?
pernikahan adalah jalan untuk
menyalurkan cinta dengan tanggung jawab dan penuh kasih sayang. akan tetapi
harus digarisbawahi bukan berarti bagi kamu yang jatuh cinta lantas
menyegerakan pernikahan. wait ! dia harus sudah mampu. kemampuan yang
dimaksud disini bukan hanya dilihat dari harta, keturunan, atau status,
melainkan dari agama. ya agama adalah aspek penting yang harus dipertimbangkan
seperti hadist Rasulallah SAW yang artinya "seorang wanita dinikahi karena
empat hal; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. maka
hendaklah kamu pilih wanita yang taat agamamya(memahami islam) niscaya kamu
akan beruntung." jadi bisa dikatakan siap jika sudah memenuhi aspek-aspek
yang bisa menunjang untuk menjalankan rumah tangga. apakah kamu yang sedang
jatuh cinta termasuk ke bagian ini?
- lalu bagi mereka yang belum siap ?
jika untuk menentukan seseorang itu dapat dikatakan
siap dengan aspek-aspek yang telah disebutkan sebelumnya, maka utnuk mengetahui
ia belum sangat mudah apabila ia masih mempunyai alasan maka ia belum siap it’s simple. Ketika seseorang jatuh
cinta dan tidak menyegerakan menikah karena mempunyai beberapa alasan maka ia
dikatakan belum siap. Dan bila kamu tahu bahwa kamu belum siap, maka seharusnya
kamu bisa mengendalikan diri (bukan berarti tidak boleh jatuh cinta). Kamu bisa
mengurangi interaksi dengannya, sampai kamu siap untuk menghalalkan nya bagimu.
Dan ingat
pacaran bukan jalan untuk kamu yang belum siap, karena pacaran dalam islam
benar-benar hanya mendatangkan kerugian bagi kedua belah pihak karena pada
pacaran banyak sekali perbuatan yang dilarang bagi mereka yang belum muhrim (pegangan
tangan, berdua-duaan, dll). Jadi apabila yang belum siap maka persiapkan diri
dahulu seperti memperdalam pengetahuan tentang islam, bekerja dengan
sungguh-sungguh, dan perbanyaklah berpuasa insya allah itu lebih baik daripada
pacaran J
Jadi bagi mu ikhwan :
Lelaki sejati itu adalah yang mendatangi walinya dan menikahinya bukan
ajaknya pacaran
Dan bagimu akhwat :
Jaga kehormatanmu, sampai ada lelaki sejati yang memuliakanmu
sumber: #udah putusin aja
sumber: #udah putusin aja

Tidak ada komentar:
Posting Komentar