Minggu, 12 Mei 2013

ketika kamu jatuh cinta



Saat berjauhan rindu, tapi bertatap muka malu, saat tak jumpa terbayang-bayang, namun saat bertemu canggung meradang. Dari pesimistis berubah jadi romantis, dari oportunis bisa berganti puitis.
Anda paham diri anda adalah seorang pemberani, namun mendadak gagap dihadapannya. Anda tahu diri anda tidak senang berkorban demi orang lain, tapi dihadapannya seolah ada seribu nyawa baginya.
Don’t panic, it’s not some kind of sickness, therefore no need to call a doctor, jangan pula panik, karena ia bukan sebuah dosa. Setidaknya ia belum tentu menjadi sebuh dosa.

Allah yang menjadikan dan menumbuhkan rasa cinta pada diri manusia. jadi tidak ada yang salah jika kita manusia memiliki cinta. karena cinta itu anugerah dan sebagai bentuk dari rasa cinta-Nya kepada kita agar kita berpikir tentang-Nya. dan ya ! cinta adalah fitrah, bagian dari naluri yang butuh pemenuhan maka wajar saat seseorang sudah baligh ia mulai merasakan naluri ini yaitu muncul rasa cinta antara laki-laki dan wanita. dan ini bukan sebagai tanda yang salah namun sebagai indikasi bahwasanya ia sudah siap melanjutkan keturunan manusia.akan tetapi jangan sempitkan rasa cinta dengan makna syahwat, dan merendahkan kasih sayang hanya dengan baku maksiat. islam tidak pernah mengharamkan cinta, islam mengarahkan cinta agar pada koridor yang semestinya. intinya Allah menganugerahkan rasa cinta sebagai fitrah bukan berarti kita bebas mengekspresikannya sesuai kehendak kita, seperti yang kita inginkan. ada masanya, ada caranya, dan ada aturannya. ingat !! islam tidak mengenal hubungan-hubungan pra nikah semisal pacaran dan pertunangan. but keep calm guys islam selalu punya solusi untuk setiap permasalah umatnya. ada 2 aturan islam yang sederhana untuk kamu yang sedang jatuh cinta
  1. bagi yang sudah siap ?
 pernikahan adalah jalan untuk menyalurkan cinta dengan tanggung jawab dan penuh kasih sayang. akan tetapi harus digarisbawahi bukan berarti bagi kamu yang jatuh cinta lantas menyegerakan pernikahan. wait ! dia harus sudah mampu. kemampuan yang dimaksud disini bukan hanya dilihat dari harta, keturunan, atau status, melainkan dari agama. ya agama adalah aspek penting yang harus dipertimbangkan seperti hadist Rasulallah SAW yang artinya "seorang wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. maka hendaklah kamu pilih wanita yang taat agamamya(memahami islam) niscaya kamu akan beruntung." jadi bisa dikatakan siap jika sudah memenuhi aspek-aspek yang bisa menunjang untuk menjalankan rumah tangga. apakah kamu yang sedang jatuh cinta termasuk ke bagian ini? 
  1. lalu bagi mereka yang belum siap ?
jika untuk menentukan seseorang itu dapat dikatakan siap dengan aspek-aspek yang telah disebutkan sebelumnya, maka utnuk mengetahui ia belum sangat mudah apabila ia masih mempunyai alasan maka ia belum siap it’s simple. Ketika seseorang jatuh cinta dan tidak menyegerakan menikah karena mempunyai beberapa alasan maka ia dikatakan belum siap. Dan bila kamu tahu bahwa kamu belum siap, maka seharusnya kamu bisa mengendalikan diri (bukan berarti tidak boleh jatuh cinta). Kamu bisa mengurangi interaksi dengannya, sampai kamu siap untuk menghalalkan nya bagimu.
Dan ingat pacaran bukan jalan untuk kamu yang belum siap, karena pacaran dalam islam benar-benar hanya mendatangkan kerugian bagi kedua belah pihak karena pada pacaran banyak sekali perbuatan yang dilarang bagi mereka yang belum muhrim (pegangan tangan, berdua-duaan, dll). Jadi apabila yang belum siap maka persiapkan diri dahulu seperti memperdalam pengetahuan tentang islam, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan perbanyaklah berpuasa insya allah itu lebih baik daripada pacaran J
Jadi bagi mu ikhwan :
Lelaki sejati itu adalah yang mendatangi walinya dan menikahinya bukan ajaknya pacaran
Dan bagimu akhwat :
Jaga kehormatanmu, sampai ada lelaki sejati yang memuliakanmu




sumber: #udah putusin aja



Tidak ada komentar:

Posting Komentar